Apakah Komponen Cadangan TNI AD, ini Penjelasan Komandan Kodim 0811/Tuban

Kamis, 03 Juni 2021  09:56

Apakah Komponen Cadangan TNI AD, ini Penjelasan Komandan Kodim 0811/Tuban
PortalTuban/ TUBAN - Komandan Kodim 0811/ Tuban Letkol Inf. Viliala Romadhon, S.E, MI. Pol saat diundang kegiatan Podcast yang dipandu oleh tiga host antara lain Novi Yudhanegara, Pito Soewarsono dan Santy Tirtawati, di studio Cethik Geni Jl. Panglima Sudirman No. 10 Tuban, pada Rabu (2/6/2021) malam, ini mengawali perbincangan dengan menceritakan awal mula memasuki dunia militer.

 

"Bercerita tentang penugasan, kita memang sangat tergantung dengan institusi, namun awal masuk TNI bertepatan dengan darurat militer di Aceh dan saya bertugas disana selama 14 bulan," ujarnya.

 

Kemudian, Perwira TNI Angkatan Darat yang mengawali karier militernya di Kopassus dengan pangkat Letnan Dua ini mengatakan, hal tersebut berbeda sekali dengan kondisi sosial masyarakat Kabupaten Tuban yang menurutnya sangat kondusif.

 

"Tuban sangat bagus, sehingga tidak banyak  hal-hal yang membuat kita harus disibukkan dengan turun kelapangan," pujinya.

 

Menurut pria lulusan Akademi Militer tahun 2021 ini, hal tersebut dikarenakan Tuban memiliki banyak pondok pesantren yang saling terkoneksi sehingga bisa menangkal faham radikalisme.

 

"Ini yang menjadi benteng dan membuat Kabupaten Tuban menjadi kuat, sehingga susah dimasuki oleh ideologi lain," bebernya.

 

Selanjutnya, sebelum menjawab pertanyaan host Pito mengenai Komponen Cadangan (Komcad) TNI, Dandim menyelipkan ucapan rasa terimakasih kepada seluruh tim Cethik Geni atas undangan yang di berikan kepadanya.

 

"Saya mengucapkan terimakasih banyak, karena bisa memberikan informasi kepada masyarakat terkait Komcad TNI," ucapnya.

 

Lalu Pria kelahiran Jakarta ini mengatakan bahwa sebenarnya Komcad ini bukanlah hal yang baru, sebab ketika Indonesia pada masa kemerdekaan yang membuat TNI menjadi semakin besar melalui proses Komcad.

 

"Jadi semua warga negara pada masa itu mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi dan penuh kerelaan untuk membela negara dengan semboyan merdeka atau mati," jelasnya.

 

Alumni Terbaik Dikreg LIII Seskoad (2015) ini malanjutkan bahwa Komcad ini hampir sama dengan Wajib Militer (Wamil) yang menurut pengertian masyarakat bahwa setiap warga negara diwajibkan untuk mengikuti tanpa bisa memilih namun dengan jangkauan dan cakupan yang berbeda.

 

"Sedangkan Komcad secara sukarela," sebutnya.

 

Dandim melanjutkan bahwa di Undang-undang Republik Indonesia tahun 1945 sudah mengatur tentang masalah bahwa setiap warga negara berhak dan wajib untuk ikut serta dalam upaya membela negara. Namun konsep tersebut masih valid pada masa perjuangan, sedangkan pada masa sekarang konsep ancaman tersebut tidak mereda namun berubah bentuknya.

 

"Oleh karena itu konsep Komcad yang sudah diatur oleh undang-undang itu masih tetap dijalankan," imbuhnya.

 

Dandim selanjutnya menjelaskan bahwa Komponen cadangan adalah sebuah pasukan cadangan militer atau sebuah organisasi militer yang terdiri dari warga negara yang menggabungkan peran militer dengan karier sipil. Komponen cadangan untuk melawan ketika suatu negara untuk memobilisasi perang total atau untuk mempertahankan diri dari invasi.

 

"Oleh karena itu kita tetap membutuhkan komponen cadangan yang memperkuat secara ideologi maupun fisik untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara," tambahnya lagi.

 

Lebih lanjut Dandim menjelaskan bahwa untuk bergabung menjadi Komcad memiliki beberapa persyaratan yaitu pendaftar harus diatas usia 18 tahun dan dibawah 35 tahun, melalui proses seleksi, bukan anggota TNI atau Polri, serta sehat secara fisik dan jasmani.

 

"Mahasiswa boleh ikut, tetapi harus mendapatkan ijin dari orang tua maupun fakultas, sehingga tidak mengganggu jenjang pendidikannya, sedangkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) harus ada ijin dari atasannya," terang Dandim.

 

Penerima Penghargaan Colin East Australia (2015) ini menambahkan, bahwa bagi yang sudah mendapatkan ijin, Kodim akan memberikan surat keterangan lulus seleksi dan akan dilanjutkan dengan masa pendidikan selama kurang lebih 3 bulan.

 

"Selama mengikuti pendidikan Komcad, mereka tidak dikenakan biaya, namun akan diberikan uang saku," kata bapak 2 anak ini.

 

Mantan Dandim 0830/Surabaya Utara ini melanjutkan, bahwa setelah lulus pendidikan, para Komcad ini akan diberikan sertifikat yang hampir sama dengan NRP bagi tentara.

 

"Hal ini berfungsi agar mereka mengetahui posisi menjadi anggota pleton dan kompi mana," sambungnya.

 

Lalu setelah melewati masa pendidikan, para  Komcad ini akan kembali pada kehidupan normal dan akan dimobilisasi apabila dibutuhkan oleh negara jika dalam kondisi genting.

 

"Mereka akan menandatangani surat keterangan siap dimobilisasi apabila dibutuhkan," tuturnya.

 

Menanggapi pertanyaaan selanjutnya Dandim menuturkan bahwa bagi Komcad bisa melanjutkan untuk mendaftar menjadi seorang TNI, namun tetap harus melewati proses dan persyaratannya, serta akan mendapatkan rekomendasi bahwa yang bersangkutan adalah Komcad.

 

"Mendapat rekomendasi, sebab Komcad juga melalui tahap seleksi secara administrasi dan kesehatan, walaupun untuk menjadi seorang tentara ada kriteria yang lebih tinggi lagi," pungkasnya.

BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita