Siaga Bencana, Perhutani MoU Dengan BPBD Bojonegoro

Senin, 26 Januari 2020  12:00

Siaga Bencana, Perhutani MoU Dengan BPBD Bojonegoro

Portaltuban/BOJONEGORO– Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH) Parengan, Jatirogo, dan KPH Padangan  Memorandum Of Understanding  ( MoU) dengan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro. Kerjasama di bidang penanggulangan bencana  bertempat di Kantor BPBD Jalan Ahmadyani No. 06, Kamis, 23 Januari 2020.

 

Hadir dalam acara itu, Administratur KPH Parengan, Badaruddin Amin, Administratur KPH Jatirogo Panca P.M. Sihite, S.Hut, M.S.c, Adm KPH Padangan Loesi Triayana, yang masing masing-masing menyertakan wakilnya serta Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan Tenurial , Agraria dan Kepala Pelaksana BPBD Kab. Bojonegoro, Umar Ghani beserta Jajaranya.

 

Administrtur KPH Parengan Badaruddin Amin  mengucapakan terima kasih kepada BPBD atas terlaksanaya MoU ini. Dia berharap bisa bersinergi lebih baik lagi untuk menanggulangi bencana di masyarakat sekitar hutan. Mulai bencana kebakaran, tanah longsor sampai angin puting beliung.

 

“Diharapkan hal ini lebih dapat bekerjasama dalam batas tanggung jawab semua pihak secara kebersamaan sesuai wewenang kapasitas dan kompetensi para pihak,” ungkapnya saat usai menandatangani MoU tersebut.

 

 Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Umar Ghani dalam sambutanya juga mengatakan mengucapkan rasa terima kasih kepada Perhutani KPH Parengan, Jatirogo, Padangan.

 

Menurut dia, hal ini dalam rangka merealisasikan dari perintah pimpinan. Sebagai kepanjangan tangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah dan kepanjangan dari menteri Perhutanan diminta melaksanakan perjanjian kerjasama.

 

“Upaya penanggulangan bencana yang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” sambung dia.

 

Loesy Triana, Adm KPH Padangan turut menambahkan bahwa untuk mengatasi bencana kebakaran yang terjadi tiap tahunnya di kawasan hutan, maka semua pihak harus saling bahu – membahu bersama masyarakat sekitar hutan memadamkannya.

 

Loesy menilai warga desa dekat kawasan hutan responnya sudah terorganisir. Dengan melibatkan petugas Perhutani, Polsek, Koramil setempat dan Satpol PP Kecamatan. Namun untuk bencana lainnya sangat perlu disosialisasikan lagi lebih kontinyu bersama Tim penanggulangan bencana kabupaten.

 

Adm Perhutani KPH Jatirogo, Panca Sihite turut menambahkan perlu lebih ditingkatan lagi sosialisasi ke masyarakat. Diharap agar lebih mengerti tentang tanggung jawab dan antisipasi.

 

“Rusaknya hutan dapat dipastikan kalau masyarakat desa yang dekat hutan. Jadi mereka harus diberikan penyuluhan-penyuluhan bahkan perlu dilatih secara kontinyu penanganan bencana,” paparnya. [met]

BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita