Pajak Bertongklek Bagian Fragmentasi Sunan Bonang

Selasa, 19 November 2019  09:28

Pajak Bertongklek Bagian Fragmentasi Sunan Bonang

Foto: Eko Wahyudi, Kepala KPP Pratama Tuban Eko Radnadi Susetio dan peserta Tongklek. (Afi).

Portaltuban.com - Bukan saja isapan jempol, akan tetapi secuil kisah menumbuhkan kesenian sembari mensosialisasikan pajak telah dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban. Yakni dengan mengadakan Pajak Bertongklek dan Festival Mural di halaman kantornya, Jl. Pahlawan, No. 8 Tuban, Minggu (17/11), pagi, kemaren.

 

Fragmentasi melalui Uri -Uri kesenian baik tongklek ataupun mural adalah secuil untaian dari budaya bangsa. Melestarikan warisan ajaran Wali Songo, khususnya Sunan Bonang. Dahulu, beliau mengajarkan dan menyebarkan agama islam ini melalui kesenian gamelan, salah satunya Bonang.

 

Nampaknya jurus jitu itu patut disemayamkan pada kantor dibawah Kementrian Keuangan ini. Sebab, mengedukasi pajak bukanlah hal mudah. Harus melalui beragam cara dan strategi. Tujuannya agar titik berat pemahaman dan pengertian sadar pajak bisa tersampaikan. Masyarakat juga mampu memahami dan menyadari akan pentingnya pajak bagi kelangsungan pembangunan.

 

Memunculkan kesenian tongklek dan mural ibarat dayung dan perahu. Berneda, namun keduanya adalah bagian cara yang tepat agar warga berjuluk Kota Bumi Wali ini menerima sosialisasi yang dilakukan KPP Pratama Tuban. Budaya dan minat yang sedang lazim digandrungi.

 

"Saya sangat apresiasi dengan langkah KPP Pratama Tuban cara sosialisasinya. Bagus, mengena, seperti perjuangan Wali Songo, khususnya Sunan Bonang . Dengan gamelan bisa mengajarkan masyarakat akan hakikat islam. Terobosan bagus ini, kedepan semoga ada inovasi yang semakin bagus lagi, " kata Eko Wahyudi, Politisi yang sedang gencar mencalonkan sebagai Bupati Tuban, Selasa (18/11).

 

Lanjut Wahyudi, yang juga masih Ketua Arus Bawah Jokowi (ABJ) itu, bahwa langkah ini harus mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya Kabupaten Tuban. Bukan tanpa sebab, menurutnya kesadaran pajak adalah tugas bersama. Keberhasilan penerimaan pajak juga fardhu didukung oleh instansi pemerintah.

 

Diketahui dalam kegiatan festival tersebut, belasan tim tongklek dari Kabupaten Tuban dan Lamongan unjuk seni mengolah gamelan. Menyajikan tampilan yang atraktif, sehingga menyulap pengunjung dan hadirin yang datang ke kantor pelayanan pajak tersebut.

 

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Tuban, Eko Radnadi Susetio memastikan bahwa agenda sosialisasi ini dipastikan rutin dilakukan. Bentuknya akan beragam sesuai keperuntukannya dan sasaran yang hendak dicapai. Semisal Bendahara Desa, yang patut juga dituntun agar perolehan pajak dari Dana Desa yang dikelola juga disisihkan untuk pajak.

 

"Bentuk sosialisasi kita banyak, ada pajak bertutur, pajak bertongklek, dan lainnya. Sesuai sasaran yang akan diberi. Bentuk sosialisasi kita pilih dengan maksud wajib pajak sadar akan kewajibannya. Kita sebagai petugas pajak terus tidak bosan agar kesadadan pajak bisa terwujud. Keberhasilan dalam.penerimaan pajak memang menjadi pelecut semangat kita, pajak dari kita, untuk kita bersama, " ungkapnya. (Afi).

BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita