Safari Ramadhan, Bupati Tekankan Pemberdayaan Petani Di Grabagan

Rabu, 15 Mei 2019  16:49

Safari Ramadhan, Bupati Tekankan Pemberdayaan Petani Di Grabagan

Portaltuban.com-  Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bupati Tuban, H. Fathul Huda memberi perhatian khusus terhadap pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampikan pada acara Safari Ramadhan Tilik Desa di Wisata Puncak Tapan Andongsari, Grabagan, Selasa (15/05/2019).

 

Pada kesempatan itu, Bupati mengaku prihatin dengan kondisi para petani cabai di Tuban, terutama saat panen yang harga jualnya selalu turun drastis, sementara hasil panen petani melimpah dan menyebabkan harga jualnya turun drastis yang mengakibatkan petani cabai merugi.

 

“Begitu memperoleh kabar tersebut, saya langsung menghubungi Menteri Pertanian,” kata Bupati Huda dalam sambutanya.

Menyikapi hal tersebut, Tim Direktorat Jenderal Hortikultura bersama Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian bergerak cepat terjun ke lokasi untuk menemui para petani. Tim Kementan juga mengajak para pelaku usaha swasta untuk menyerap langsung panenan cabai di Tuban dengan harga yang layak. Pada tahap awal operasi pasar tersebut, disepakati pembelian 7 ton cabai keriting dan 3 ton cabai rawit merah dengan harga Rp 8 ribu per kg untuk dijual melalui Toko Tani Indonesia ke pasar Jakarta.

Bupati Tuban juga menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk membuat Gerakan Membeli Cabai dari Petani. Melalui gerakan ini, ASN dihimbau untuk membeli cabai hasil pertanian Kabupaten Tuban. Hal ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama warga.

 

Bupati Tuban mengungkapkan potensi pertanian jagung dan cabai di Kecamatan Grabagan harus dimaksimalkan. Kementan telah memberi bantuan bibit jagung sebanyak 30 ribu ha untuk seluruh lahan garap jagung dengan luas 60 ribu. “Bantuan bibit ini harus dibagi rata semua warga, yaitu masing-masing mendapat bibit untuk setengah hektar,” imbuhnya.

 

Orang nomor satu di Kabupaten Tuban ini menggarisbawahi penguatan pendidikan dan memajukan budaya. Guna mendukung upaya tersebut, perlu adanya alokasi untuk pendidikan pada ADD tiap kecamatan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan memiliki SDM berkualitas, maka berbagai potensi di tiap kecamatan dapat diolah sendiri sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. “Juga dapat dijual ke luar Kabupaten Tuban,” terangnya.

 

Terkait program pengentasan kemiskinan, Bupati dua periode ini menegaskan akan turun ke desa-desa untuk memastikan program pengentasan kemiskian berjalan sesuai dengan regulasi. Ditargetkan pada tahun 2021 sebesar 12,50 persen. Guna mencapai target tersebut, Pemkab Tuban melaksanakan berbagai program yang bersumber dari APBN, APBD, Baznas dan CSR Perusahaan.

 

Program penanganan kemiskinan yang bersumber dari APBN, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Sampai dengan tahun 2019, jumlah penerima sebanyak 57.919 keluarga. Adapun untuk kecamatan Grabagan sebanyak 2.488 KPM dan Semanding sebanyak 4.015 KPM.

 

Selanjutnya, program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) merupakan bantuan berbentuk beras dan atau telur senilai Rp.110.000,- per KPM per bulan. Adapun penerima BPNT tahun 2018 di kecamatan Grabagan sebanyak 4.201 KPM dan Semanding sejumlah 6.325 KPM. Sedangkan pada tahun 2019, penerima BPNT sebanyak 106.648 KPM.

 

Sedangkan program pengentasan kemiskinan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tuban antara lain Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH); pembangunan infrastruktur air; Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) DAN KISDA; Program Indonesia Pintar (PIP) dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP); dan bantuan pangan siap saji/rantangan; serta santunan.

 

Pada program Rehab RTLH di tahun 2019 dialokasikan 293 unit. Sebanyak 15 unit rumah di Kecamatan Grabagan dan 20 unit rumah di kecamatan Semanding direnovasi. Di samping itu, di kecamatan Grabagan dibangun 3 infrastruktur air yaitu Hippam Sido Adem Desa Dahor; Hippam Tirto Ar Rohmah Desa Banyubang; dan Hippam Joko Tirto Desa Gesikan.

 

Selain itu, di Kecamatan Grabagan sebanyak 28.277 orang menerima KIS dan 207 orang menerima KISDA. Sedangkan di Kecamatan Semanding sejumlah 35.128 jiwa menerima KIS dan 2.063 jiwa menerima KISDA. Tidak hanya itu, di Kecamatan Grabagan sebanyak 1.323 siswa SD memperoleh PIP dan 500 siswa SMP menerima KIP. Untuk kecamatan Semanding, sebanyak 3.149 siswa SD memperoleh PIP dan 1.030 siswa SMP menerima KIP.

 

Lebih lanjut, bantuan pangan siap saji/rantangan dikirimkan 2 kali per hari untuk fakir miskin sebatang kara. Sampai saat ini masih pada Kecamatan Tuban, Semanding, Merakurak dan Palang. “Kedepannya, akan diperluas sesuai dengan anggaran APBD,” terangnya. Sedangkan, program santunan kepada keluarga miskin pada tahun 2018 mencapai 6,1 miliar untuk 3.438 KK dan untuk tahun 2019 sebesar 5,7 miliar untuk 3.200 KK.

 

Terkait dengan program pemberdayaan masyarakat, Bupati Huda menjelaskan bahwa Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di tahun 2019 mengalami kenaikan. ADD Untuk kecamatan Grabagan mengalami kenaikan Rp.414.793.000,- atau 9,73% menjadi Rp. 4.676.527.000,-. Sementara DD Kecamatan Grabagan naik sebesar Rp. 1.191.468.000,- atau 13,89% menjadi Rp. 9.769.897.000,-.

 

Kenaikan ADD dan DD juga diperoleh Kecamatan Semanding dengan rincian: ADD naik sebesar Rp. 365.658.000,- atau 6,31% menjadi Rp. 6.161.052.000,-; sementara DD naik sebesar Rp. 1.372.750.000,- atau 12,08% menjadi Rp. 12.731.982.000,-.

Pada kesempatan ini, Camat Grabagan, Drs. Eko Suhartadi menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Pemkab Tuban atas terlaksananya operasi pasar harga cabai di kecamatan Grabagan pada 12 Mei 2019 lalu. “Sebelum ada operasi pasar harga cabai jatuh pada 3 ribu per kilo. Setelah dilakukan operasi pasar yang dilakukan Tim Kementan cabai kami dibeli 8 ribu per kilo. Alhamdulillah,” ujarnya.

 

Selanjutnya, datang permintaan dari Indofood, Wingsfood dan Bulog Sub Divre Bojonegoro untuk menjaga kestabilan harga pasar agar tidak turun lagi. “Dan hari ini, kami mendapat permintaan 3 ton rawit merah dan 1,5 ton rawit kriting dari Dirjen Holtikultura,” jelasnya. Camat Grabagan menambahkan pada bulan Januari-Mei 2019, produksi jagung rata-rata mencapai 8,5 ton/ha dari luas panen 605 ha dan produksi cabai rata-rata mencapai 8,3 ton/ha dari luas panen 4.343 ha.

 

Pada kesempatan ini, Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Tuban menyerahkan bantuan alat pertanian kepada perwakilan Gapoktan dan sejumlah penghargaan antara lain; penghargaan kepada Pemerintah Desa atas komitmen pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan melalui APBDes.

 

Penghargaan juga diseragkan pada penyelenggara TPQ dengan nilai rata-rata tertinggi pada Munaqosah 2019; pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penggerak UKM dan IKM. Juga diserahkan paket sembako dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag); Semen Indonesia; Bank Jatim; kepada masyarakat sekitar.

 

Hadir pada kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Tuban; Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Tuban; Sekretaris Daerah; sejumlah pimpinan OPD; Camat Grabagan dan Semanding serta warga sekitar. (afi)

BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita