Kuasa Hukum Desak Polisi Tuntaskan Kasus Kekerasan Karywan OPPO

Kamis, 07 Maret 2019  13:11

Kuasa Hukum Desak Polisi Tuntaskan Kasus Kekerasan Karywan OPPO
Portaltuban.com - Kasus kekerasan yang dilalukan oleh Supervisor PT. World Inovatif Telecommunication (WIT) kepada Sales Promotion Girl (SPG) perusahaan Oppo kembali memanas.
 
 
Kali ini Gemilang Indra Yuliarti (24) didampingi kuasa hukumnya Nur Aziz SH. Kembali mendatangi Mapolres Tuban untuk mempertegas laporannya ke Satreskrim Polres Tuban.
 
 
Nur Aziz SH, kuasa hukum Gemilang mengatakan, tujuannya ke Mapolres Tuban ialah untuk menegaskan kembali laporan tidak pidana dugaan kekerasan fisik maupun mental yang dilakukan oleh perusahaan Oppo terhadap kliennya, selain itu juga dugaan pembayaran upah dibawah minimum, sebagaimana yang sudah diatur dalam pasal 185 dan 186, undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
 
 
"Upah yang diterima saudari Gemilang ini hanya Rp. 2.200.000, sedangkan perekrutan pertamanya dilakukan di Gresik. Harusnya gaji yang dia terima mengikuti Kabupaten Gresik", ucap Aziz saat di Mapolres Tuban. Rabu, (06/03/2019), kemaren. 
 
 
Pihak korban sudah membuat laporan,  sedangkan tujuan dari kedatanganya untuk mempertegas tim penyidik Polres Tuban agar segera menindaklanjuti kasus tersebut. Ke tujuh pihak terlapor yakni, Wahyu Widodo Regional General Manager (RGM), Prawoto Hadi selaku Supervisor, Febe Essa, Jauhar Ali Firdaus, dan Aulia Zulaifa selaku Trainer, Nur Hamid Regional Manager (RM), serta Abdul Mujib sebagai Human Resources Development (HRD).
 
 
"Ketujuh terlapor itu kebanyakan sudah pindah di Bojonegoro dan juga ke tempat lain. Dari semuanya itu ada dugaan turut serta melakukan kekerasan terhadap karyawan," papar Aziz.
 
 
Dengan adanya koordinasi tersebut diharapkan kasus itu dapat segera ditangani dan diselesaikan oleh pihak kepolisian.
 
 
Di informasikan bahwa sebelumnya Gemilang Indra Yuliarti (24), warga Kelurahan Perbon Kabupaten Kota Tuban, yang bekerja sebagai SPG disalah satu konter selular diTuban, melaporkan supervisor Oppo ke Satreskrim Polres Tuban, lantaran dugaan kekerasan atau punishment yang dilakukan oleh pihak manajemen jika tidak dapat memenuhi target penjualan produk Oppo.
 
 
Hukuman yang diberikan sangat tidak wajar dan tidak manusiawi. Yakni berlari pada tengah malam, makan bawang, cabai, pare, sampai makan terasi. Bahkan terkadang memotong gaji karyawan hingga mencapai Rp. 300.000. (Afi). 
 
BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita