Pajak Bertutur, Telurkan Embrio Inklusi Perpajakan

Jumat, 22 November 2019  11:00

Pajak Bertutur, Telurkan Embrio Inklusi Perpajakan

Pajak Bertutur di SMA N 1 Tuban (Afi).

Portaltuban.com -  Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban mengadakan program “Inklusi Kesadaran Pajak “ dengan menggandeng insan pendidikan. Dilaksanakan melalui kegiatan Pajak Bertutur di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Tuban pada Jumat (22/11), pagi.

 

Program ini merupakan upaya bersama DJP dengan Kemendikbud dan Kemenristek Dikti selaku pihak yang membidangi pendidikan. Menanamkan kesadaran pajak kepada peserta didik dan tenaga pendidik melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam Pendidikan. Integrasi kedua program pemerintah tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenkeu dan Kemendikbud Nomor: MoU-21/MK.03/2014 dan Nomor: 13/X/NK/2014 tentang Peningkatan Kesadaran Pajak melalui Pendidikan.

 

Hasil potret dilapangan, tidak sedikit anak didik yang belum begitu paham tentang pajak. Namun, setelah diberikan pemahaman melalui audio visual, gambaran, serta contoh hasil dan manfaat pajak, mereka langsung sadar. Bahkan beberapa peserta didik telah dapat mengaitkan pajak dengan kehidupan sehari-hari. Seperti, berbagai dengan sesama, membayar pajak kendaraan bermotor hingga pajak makanan.

 

Pengenalan kesadaran pajak ini ditanamkan agar para peserta didik paham bahwa pajak sangat penting bagi negara ini. Alasan pertama, pajak begitu berpengaruh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Lebih dari 80% sumber penerimaan dalam APBN berasal dari pajak.  Infrasntruktur nasional, komoditi pokok, hingga pembangunan nasional lainnya adalah hasilnya.

 

KPP Pratama Tuban yakin dan percaya bahwa para peserta didik yang telah sadar pajak sejak dini akan bertranformasi menjadi embrio yang unggul dibidang perpajakan. Bahkan mampu menjadi pahlawan pajak, bagian bela negara untuk penerus bangsa yang berkarakter.

 

“ini adalah proses pembelajaran untuk siswa kami tentang pajak. Bagus, saya sangat senang. Karena memang sebagain tidak faham. Jadi pembelajaran itu bisa dengan ilmu akademis, ilmu sosial, ilmu pajak juga. Saya berharap tidak hanya kali ini saja, melainkan bisa berlanjut, “ terang Kepala SMA Negeri 1 Tuban, Mukti, Mpd usai melakoni kegiatan Pajak Bertutur di sekolahnya, Jl. Pahlawan, Tuban.

 

Tentunya, proses penyampaian materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan menggunakan bahasa pendekatan yang baik. Kali ini, peserta dari  SMA N 1 Tuban. Media audio visual dan animasi menjadi materi yang diajarkan. Diskusi, hingga problem based learning juga dilakukan agar daya tarik dan minat peserta muncul.

 

“ternyata kegunaan pajak itu banyak sekali, manfaatnya juga luas. Saya awalnya hanya tahu tentang pajak sepeda motor saja, Ternyata banyak sekali item dan keperuntukannya. Saya sadar bahwa pajak adalah sumber negara. Setelah ikut ini ya muncul rasa ingin tahu lebih banyak tentang pajak, “ tutur Auriel F, salah satu siswi sekolah tersebut.

 

Kegiatan agenda nasional yang digadang oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Bertepatan dengan Hari Guru Nasional, Pajak bertutur diaplikasikan sebagai kegiatan mengajar tentang kesadaran pajak pada semua jenjang pendidikan. “Guru, Bhaktimu Tiada Tara” adalah jorgan yang sedang disandingkan dalam Pajak Bertutur

 

“kita hari ini serentak ya, ada di SDN 1 Kebonsari, SMP N 2 Tuban dan disini (SMA N 1 Tuban). tujuannya kita memberikan edukasi kepada pelajar agar sadar pajak. Besar manfaat dan kegunaannya pajak itu. Dengan pengertian pajak sejak dini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran mereka. Kedepan merekalah penerus bangsa yang mampu membantu pemerintah dalam hal pajak, “ ungkap Kepala KPP Pratama Tuban, Eko Radnadi Sestio seusai acara. (Afi).

 

BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita