Pemkab Abai, Smart Village Gagal, Ada 42 Website Desa Non Aktif

Sabtu, 18 Mei 2019  14:09

Pemkab Abai, Smart Village Gagal, Ada 42 Website Desa Non Aktif

Infografi dari sumber tubankab.go.id

Portaltuban.com – Gelora Smart Village turunan dari Smart City yang digaungkan Pemkab Tuban dua tahun terakhir ini masih menyisakan sejumlah kendala, di antaranya layanan website desa yang sampai saat ini masih belum aktif di sejumlah desa di kabupaten Tuban.

 

Dikutip dari laman https://smartvillage.tubankab.go.id/page/website-desa dari 328 desa dan kelurahan masih menyisakan 42 desa yang belum aktif.

 

“Selain belum semua terpasang, website desa ini tampilannya sangat kurang representative dan masih lemot. Apalagi bila banyak yang ngakses tambah kluwer-kluwer loadingnya, kalau begini artinya program smart village ya gagal,” terang Azam salah satu pemuda asal Kerek yang aktif mengikuti perkembangan pemerintahan desa.

 

Mengenai hal tersebut, Kadiskominfo Hery Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan telepon belum menjawab dan tidak diangkat.

 

Dari 42 desa yang belum terpasang website ada di Kecamatan bangilan (6), Grabagan (11), Merakurak (3) Semanding (9), Singgahan (1), Widang (12).

 

Sementara itu dari penelusuran pewarta ini, pada Oktober 2018 Pemkab melaunching aplikasi Smart City di pendopo kridho. Harapannya program smart city ini bisa diturunkan ke Smart Village. Bahkan Bupati Tuban Fatkhul Huda dalam Safari Ramadhan 2018 lalu sempat mendengungkan bahwa program Smart Village melalui website desa ini diharapkan bisa menjadi angin segar kepada masyarakat desa. Dianggapnya seluruh kegiatan desa mulai dari pengelolaan Dana Desa (DD) sampai kegiatan pokok lainnya bisa ditampilkan melalui situs desa tersebut.

 

Faktanya hal tersebut masih belum semua bisa ditampilkan di website desa. Bahkan yang kronis masih ada 42 desa yang belum aktif websitenya.

 

Sementara itu terkait, jaringan internet yang menjadi tanggungjawab Dispemas, Mahmudi mengatakan bahwa ketidakstabilan jaringan milik iconplus ini masih menjadi dilema dan akan terus diperbaiki.

 

Selanjutnya internet desa ini dianggarkan dari DD sebanyak Rp 24 juta kurun waktu setahun. Speedtest 2 Mb : 2 Mb Dedicated (Upload : Download)

 

Dua program besar ini (Internet dan Web Desa) Dispemas telah bekerjasama dengan Diskominfo Tuban untuk mengembangkan aplikasinya. Desa bisa memakai secara gratis, tanpa biaya. Aplikasi berbasis online ini wajib dipakai. Pengajuan pencairan yang via manual akan ditolak. Harus by system. Aplikasi berbasis Web. [Amin]

 

BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita