Tegas Humanis, Kapolres Tuban Jadi Narasumber Podcast Cethik Geni

Selasa, 25 Mei 2021  09:48

Tegas Humanis, Kapolres Tuban Jadi Narasumber Podcast Cethik Geni
PortalTuban/ Tuban - Kepala Kepolisian Resor Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K.,, S.H., M.H., menjadi narasumber Podcast dikantor Cethik Geni Jl. Panglima Sudirman No. 10 Tuban, Senin (24/05) malam.

 

Dalam kegiatan tersebut, Ruruh mengupas tentang tagline Polisi Tegas dan Humanis yang dipandu oleh tiga host antara lain Novi Yudhanegara, Pito Soewarsono dan Santy Tirtawati.

 

Sebelum acara dimulai, Kapolres Tuban diberikan dua pilihan pertanyaan yang harus dijawab salah satu secara cepat atau disebut "pantik api screening" yang diajukan oleh host Santy Tirtawati.

 

Bincang santai diawali dengan pertanyaan tentang Kondisi situasi Kamtibmas di Tuban oleh host, AKBP Ruruh menjelaskan secara umum Kamtibmas di Tuban cukup kondusif, hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor masyarakat, aparat penegak hukum serta peraturan yang ada.

 

"Bagaimana masyarakatnya bisa mematuhi aturan, petugas mampu melaksanakan tugasnya termasuk faktor yang lain juga karena Polisi tidak bisa bekerja sendiri," jelas Ruruh.

 

Pertanyaan kedua diajukan oleh host Pito Soewarsono mengenai Konflik Vertikal antara masyarakat dengan Pemerintah menjelang Pilkada tentang jalan rusak, yang viral di media sosial serta konflik horizontal yang terjadi di Kecamatan Jenu terkait investasi besar.

 

Menjawab pertanyaan kedua dari host Dengan santai AKBP Ruruh menerangkan bahwa saat ini lebih mudah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, karena masyarakat sekarang sangat mudah mendapatkan informasi  melalui berbagai sumber, media sosial, media elektronik, media cetak maupun media lainnya.

 

"Masyarakat bisa secara real-time bisa mendapatkan informasi apapun, melalui media sosial informasi itu bisa sampai ke pemerintah daerah, contoh kemarin tentang jalan yang rusak, masyarakat punya hak untuk mereinformasi yang komprehensif, kita dari kepolisian jika ada masyarakat yang tanya seperti itu kita sampaikan kepada instansi yang berwenang,” tegasnya.

 

Ditanya terkait kasus yang paling banyak terjadi di wilayah Tuban selama ia menjabat Kapolres Tuban, Ruruh mengatakan selama tahun 2020 kasus yang paling tinggi yang terjadi di Tuban adalah penipuan.

 

"Tahun 2020 kasus yang paling tinggi selama setahun adalah kasus penipuan, sekitar 66 kasus disusul Narkotika sekitar 50 kasus serta curat dan curanmor," ungkapnya.

 

Kembali kepada Tema pembahasan, ditanya makna tentang Tegas dan Humanis, Ruruh menjabarkan tugas pokok kepolisian yang tertuang dalam pasal 13 undang-undang no 2 tahun 2002 ada tiga antara lain Harkamtibmas, Penegakan Hukum dan sebagai Pelindung Pengayom dan Pelayanan masyarakat.

 

"Kita harus tegas dalam menegakkan hukum, namun tetap humanis dengan memberikan Solusi, humanis dengan mengedepankan perikemanusiaan, tampil tapi tidak menjadi sosok yang menakutkan," jelas Ruruh.

 

Terkait dengan pertanyaan dari host tentang pengawasan ditempat wisata apakah ada wacana pembentukan Polisi khusus Pariwisata, Ruruh menjelaskan di Perkap no 23 tahun 2010 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja bahwa satuan Polisi Pariwisata tingkat Polres belum ada.

 

"Kalau ditingkat Polres strukturnya belum ada, yang ada satuan Sabhara yang mengamankan, kalau tingkat Polda ada Perkap no 22 disitu ada Subdit Pariwisata," imbuhnya.

 

"Kalau tingkat Polres Kita menugaskan personel yang ada, ketika ada intensitas pengunjung kita menambah personel untuk melaksanakan pengamanan," pungkasnya.

BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita