Modus Jadi Tengkulak Mangga, Tasmino Gasak Kalung 100 Gram

Modus Jadi Tengkulak Mangga, Tasmino Gasak Kalung 100 Gram

Portaltuban.com- Banyak modus atau cara dipergunakan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Salah satunya dilakukan oleh Tasminto (30) warga Dusun Kentu, Desa Tahulu Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Pria berbadan tegap itu berpura – pura sebagai sebagai tengkulak mangga. Kemudian mulai mendekati korbannya, bernama Samsi (73) warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, sebelum menggasak kalung emas  milik nenek ini seberat 100 gram lebih.

Didampingi Kasatreskrim AKP M.Adhi Makayasa, Kapolres Tuban AKBP Darman menerangkan, perampasan dengan kekerasan itu terjadi pada 5 Oktober 2021 lalu, di dalam dapur rumah korban.

Sebelumnya tersangka ternyata sudah mempelajari kondisi di lingkungan tempat tinggal korban. Sebelum kejadian, tersangka sudah tiga kali mendatangi rumah korban, dengan berpura-pura menjadi tengkulak yang akan membeli mangga.

Saat datang kali ke empat di rumah korban tersangka langsung masuk ke dapur rumah korban. Korban yang saat itu dalam posisi duduk dan sedang memasak, langsung dibekap dan kepalanya ditutupi kaus. Leher korban sempat dicekik saat tersangka berusaha mengambil kalung emas yang melingkar di leher korban.

Korban saat itu berusaha meronta dan namun kalah tenaga. Bahkan, tubuh korban sempat ditarik ke belakang, hingga terjatuh. Usai berhasil mengambil kalung emas di leher korban dengan cara menarik paksa, tersangka kabur dengan menggunakan motor protolan yang sebelumnya digunakan untuk datang ke rumah korban.

Kejadian itu lalu dilaporkan ke polisi. Hasil olah TKP dan keterangan korban serta sejumlah saksi, diketahui bahwa pelaku pencurian dengan kekerasan itu mengarah pada tersangka. Sehingga, tim Resmob Satreskrim Polres Tuban memburunya. Hanya, tersangka sempat kabur ke luar kota.

Tersangka baru bisa ditangkap pada 14 Oktober 2021. Untuk memastikan, tersangka dipertemukan dengan korban dan saksi-saksi saat kejadian. Korban dan saksi menyatakan, bahwa tersangkalah pelaku pencurian dengan kekerasan tersebut.

Dalam pemeriksaan, kalung emas yang dicuri itu dijual pada seseorang tak dikenal di pintu keluar terminal Bungurasih, Sidoarjo dengan harga Rp10,2 juta. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Saat ditangkap, yang itu tersisa Rp6,5juta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannta, tersangka mendekam di sel tahanan Polres Tuban.

“masih dalam pengembangan dan di tahan di mapolres Tuban. Tersangka melanggar pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,’’ ujar Kapolres. (Afi).