2 Kali Tertangkap, Produsen Ini Ciptakan Sulingan Arak Elektronik

Kamis, 28 Februari 2019  08:29

2 Kali Tertangkap, Produsen Ini Ciptakan Sulingan Arak Elektronik

Portaltuban.com- Tergiur omset dari hasil penjualan arak yang sangat menggiurkan, membuat Hadi Hariyanto kembali menjadi produsen arak. Warga Dusun Krajan, Rt. 3/ 7, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semadning, Tuban itu harus meringkuk di balik jeruji sel titipan tahanan Mapolres Tuban.

 

Sebab, Lelaki kelahiran tahun 1980 itu tertangkap petugas gabungan dari Polres Tuban dan Satpol PP Tuban diduga telah memproduksi minuman jenis arak jawa di rumahnya, pada Senin (25/2). Hadi ini merupakan produsen arak kambuhan. Pada tahun 2017 lalu, juga sudah pernah terjerat kasus serupa. Namun hanya dikenakan hukuman putusan denda.

 

Nampaknya, hukuman yang diberikan tidak juga membuat jera para Bandar arak di kota Bumi Wali ini. Kecilnya hukuman yang diberikan oleh jaksa, hanya dianggap gertak sambel. Sehingga para produsen arak, masih bergeliat untuk membuat sulingan minuman berlakohol.

 

Terlebih, Hadi ini juga memiliki ketrampilan dalam menyuling baceman arak menjadi arak siap edar dengan kadar tinggi. Alat suling yang dibuatnya juga cukup cakep. Dengan menggunakan alat elektronik sedemikian rupa.

 

“hasil sulingan araknya bias mencapai 15% hingga 100%. Sesuai pesanan pembeli. Alat suling elektronik ini tidak menyebabkan bau menyengat sehingga warga sekitar tidak mengetahuinya, sulit dideteksi, “ jelas Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo, kepada Wartapedia.net.

 

Darai hasil penggerebeagn itu, petugas mengamankan barang bukti berupa  1 Dandang, 13 Drum berisi  baceman @ 200 liter. Dan sudah termasak 10 drum ( 2000 ) tinggal 3 drum atau total 600 liter. 1 Kompor,  1 Gas LPG ukuran 3 Kg,  1 drum sebagai alat saring, 1 drum berisi air pendingin dan 60 (enam puluh  ) botol  berisi arak @1.5 liter atau 90 liter arak siap edar.

 

“Melanggar Pasal 135 jo Pasal 71(2) dan pasal 140 jo pasal 86(2) UU no 18 th 2012 tentang Pangan atau Pasal 204 Ayat (1)  KUH Pidana, “ imbuhnya.

 

Dari hasil keterangan pelaku, arak buatannya didistribusikan hingga ke Kabupaten Mojokerto, Gresik, Surabaya. Dengan harga per botolnya Rp. 475.000. Usaha haram itu sudah hampir 3 bulan terakhir kembali digelutinya.

 

“ Untuk mengelabuhi petugas, baceman dibagi ke 2 lokasi. Yakni dirumahnya sendiri dan di rumah mertuanya, di desa setempat, “ ungkapnya. (Afi).

 

BERITA LAINNYA


TERKINI

SELENGKAPNYA

INI TUBAN

Indeks Berita